Monday, September 5, 2016

Puisi Siang di Sudut Aspal

SIANG DISUDUT ASPAL
Oleh Moh Noli                                                   

Siang itu debu menderu hebat menutup akal ku
Nyanyian klakson terngiang seru
terdengar samar ocehan sang juara aspal mengejar rupiah
Laki laki setengah baya menatapku dengan harapan
Mangalunkan nada yang mampu pecahkan anganku
Sudut mataku tak bergerak, menelan liur yang tersimpan
Satu persatu kucoba kupecah lirik yang hinggap di inderaku

Tetesan tetesan terasa jatuh di lembar map yang ku genggam
Menulis cerita laki laki setengah baya dengan dendangnya
Sesaat aku terdiam menghindar sebelum semua tergores di genggamanku
Tangan kecil menyentuh pundakku dan aku kembali
Memandang sesal seorang laki laki tua yang telah pergi
Dendangnya telah bercerita, memutar irama kehidupanku senja kemarin
Tetesan tetesan itu terjatuh kembali mengulang masa bersama

Laki laki tua itu telah pergi tapi bukan mati
Dan aku tak mampu membawa kembali ,
Tuhan antar kan satu ciptamu  yang telah memberi kehidupan untukku
Bawa dia duduk dan bercengkrama merobek malamku
Biarkan teriakan dan makian yang melebamkan ragaku singgah kembali
Memandangku yang mulai tumbuh ubanku

Tuhan jangan biarkan malaikat kecilku  tak mengenal laki laki tua itu
Karna aku terlahir dari sum sum tua nya.
Siang disudut aspal …
Dan aku terbangun kembali

source: www.lokerpuisi.web.id



Puisi Siang di Sudut Aspal Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Kipli Cilik

0 komentar:

Post a Comment